07 May, 2011

Jenis Pistol Angin

Hi para penggemar Pistol Angin, apa kabar semua?
Semoga semua dalam kondisi yang menyenangkan dan sejahtera.

Kali ini saya mencoba menjelaskan Pistol Angin berdasarkan 3 Kategori, yaitu kategori tenaga pendorong, berdasarkan jenis peluru, dan jumlah peluru. 
Semoga ulasan ini bermanfaat untuk para pemula untuk memutuskan jenis Pistol yang mana yang akan di beli.


Berdasarkan kategori tenaga pendorong, Pistol Angin terbagi atas 3 kategori,
1. Pistol Angin pompa tangan.
2. Pistol Angin CO2, menggunakan tabung CO2 12 gram.
3. Pistol Angin Pneunematik. (pre-charge pneumatic).

1. Pistol angin pompa tangan ini terbagi 2 yaitu pompa tunggal (single stroke) dan pompa multi (multi stroke). Pistol angin ini memiliki pompa dan tuas untuk memompa angin masuk kedalam tabung kompresi udara di pistol tersebut.

Pompa tunggal hanya dapat di pompa satu kali, sedangkan pompa multi dapat di pompa beberapa kali untuk menambah tekanan dan tenaga dorongnya.
Biasanya jenis ini adalah yang paling banyak beredar dan cocok untuk pemula, karena harganya relatif lebih murah dan biaya pengoperasiannya relatif murah untuk peluru saja (gratis, hanya memerlukan otot tangan).

2. Pistol angin CO2 ini Pistol Angin ini menggunakan tabung CO2 12 gram yang dimasukkan kedalam rongga di dalam pistol angin tersebut. 

Tabung CO2 ini berfungsi sebagai tabung kompresi yang menyimpan CO2 bertekanan tinggi, karena pistol angin ini tidak memiliki tabung kompresi didalamnya.
Harga pistol jenis ini relatif lebih mahal dari pistol angin pompa tangan, juga biaya pengoperasiannya lebih boros karena harus membeli tabung CO2 untuk dapat menggunakan pistol ini. Rata-rata tiap tabung CO2 dapat menembakan peluru sekitar 40 - 60 peluru tiap tabungnya.

3. Pistol angin Pneumatik ini memilik tabung udara yang harus diisi dengan menggunakan pompa khusus atau kompresor karena pistol angin ini tidak dilengkapi dengan pompa di pistol angin tersebut. Biasanya ini untuk pistol pertandingan yang membutuhkan tenaga yang besar dan tekanan yang stabil.

Harga pistol jenis ini cukup mahal dan diatas rata-rata dibandingkan dengan pistol angin pompa tangan dan pistol angin CO2, juga pemilik pistol ini harus menyisihkan dana unuk membeli pompa tangan atau kompresor. Kadang kita bisa menggunakan pompa tangan untuk sepeda yang ditambah adapter khusu untuk menyesuaikan dengan pentil (valve) dari pistol tersebut. Tapi untuk pistol (atau senapan) yang bertekanan tinggi, kita harus menggunakan kompresor atau pompa khusus yang bisa mengakomodasi tekanan yang dibutuhkan.

Berdasarkan Kategori jenis peluru, Pistol Angin terbagi atas 3 jenis,
1. Pistol Angin menggunakan pelet, kaliber 4.5 mm dan 5.5 mm.
2. Pistol Angin menggunakan peluru BB, kaliber 4.5 mm dan 6 mm
3. Pistol Angin menggunakan peluru dart.

1. Pistol angin pelet menggunakan pelet dengan kaliber 4,5 mm (0.177) dan 5.5 mm (0.22), ada beberapa merek menjual pistol angin menggunakan kaliber (0.20), tetapi ini sangat jarang dan saya pikir tidak beredar di Indonesia. Pelet memiliki daya tembus lebih baik dibanding peluru BB, semakin besar kaliber, semakin besar juga tenaga yang dihasilkan.

2. Pistol angin BB menggunakan kaliber 4.5 mm (BB terbuat dari besi atau logam lainnya)
dan kaliber 6 mm yang kebanyakan adalah menggunakan bahan plastik. BB lebih murah dibandingkan pelet, BB (karena bentuknya bundar) cenderung memantulkan projektil (ricochet) jika mengenai sasaran yang lebih keras daripada peluru tersebut

3. Pistol angin Dart, menggunakan peluru dart seperti yang digunakan untuk peluru Blow Dart (senjata sumpit), sangat jarang dan peminat jenis ini sudah sangat sedikit. Dart sangat sulit di cari dan tidak popular.



Berdasarkan jumlah peluru,  pistol angin terbagi atas tunggal atau multi.
1. Pistol angin tunggal (single shot) berarti tiap kita akan menembak kita harus mengisi peluru kedalam pistol tersebut, biasanya ini terdapat pada pistol angin pompa tangan.

2. Pistol angin multi (repeater) berarti kita dapat mengisi beberapa peluru didalam pistol tersebut, biasanya ini terdapat untuk pistol angin CO2 dan PCP, baik pelet maupun BB.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment